
Kupang — Rumah Detensi Imigrasi Kupang melalui Seksi Perawatan dan Kesehatan kembali melaksanakan kegiatan penyegaran rohani bagi para deteni, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang deteni warga negara Bangladesh dan Ethiopia yang saat ini tengah menjalani proses keimigrasian di Rudenim Kupang.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut dibimbing langsung oleh Ustad Sofyan Abdurahman, yang memberikan tausiyah dan motivasi bertema “Menjaga Keimanan dan Kesabaran dalam Ujian Hidup.” Melalui pesan-pesan penuh makna, para deteni diajak untuk memperkuat keimanan, bersyukur, dan tetap sabar menghadapi setiap proses kehidupan.
Kepala Rudenim Kupang, I Made Surya Artha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian lembaga terhadap kesejahteraan spiritual para deteni.
“Kami ingin memastikan para deteni tidak hanya mendapatkan pelayanan yang baik dari sisi fisik dan kesehatan, tetapi juga dari sisi rohani. Dengan pembinaan seperti ini, diharapkan mereka merasa lebih tenang dan memiliki pandangan hidup yang lebih positif”, ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan ini turut didampingi oleh Indahwati, selaku Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan penyegaran rohani telah menjadi agenda rutin di Rudenim Kupang.
“Kesehatan mental dan spiritual sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, kami terus berupaya menciptakan suasana yang nyaman dan menumbuhkan semangat positif bagi para deteni”, ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Seksi Keamanan dan Ketertiban, yang berkoordinasi dalam hal pengawalan dan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menutup kegiatan, Kepala Rudenim Kupang menegaskan bahwa Rudenim Kupang akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang manusiawi dan penuh empati.
“Kami ingin Rudenim Kupang tidak hanya menjadi tempat penampungan sementara, tetapi juga ruang pembinaan yang mampu memberi dampak positif bagi setiap individu di dalamnya”, pungkas I Made Surya Artha.







