
Denpasar – Dalam rangka memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Tim Zona Integritas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang melaksanakan kegiatan bench learning di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar pada 11 hingga 13 Maret 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, I Made Surya Artha, bersama jajaran Tim Zona Integritas Rudenim Kupang.
Dalam pelaksanaannya, rombongan turut didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Saroha Manullang, bersama tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT.
Kegiatan bench learning ini merupakan bagian dari upaya strategis Rudenim Kupang untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) dari satuan kerja yang telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), sekaligus memperkuat implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan satuan kerja.
Pada Kamis (12/3), Tim Zona Integritas Rudenim Kupang mengunjungi Rumah Detensi Imigrasi Denpasar dan diterima langsung oleh Kepala Rudenim Denpasar, Teguh Mentak Yadi, bersama Tim Zona Integritas serta jajaran pegawai Rudenim Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, Rudenim Denpasar memaparkan berbagai strategi dan langkah yang telah dilakukan dalam pembangunan Zona Integritas hingga berhasil meraih predikat WBK.

Pemaparan tersebut mencakup implementasi pada enam area perubahan pembangunan Zona Integritas, yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, Rudenim Denpasar juga memperkenalkan sejumlah inovasi layanan yang dikembangkan dalam rangka mendukung pembangunan Zona Integritas, di antaranya OKE MADE, KASIANI MADE, dan SISDAKUN Versi 2. Inovasi-inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan efektivitas tata kelola organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan bench learning dilanjutkan dengan sesi diskusi serta peninjauan langsung terhadap berbagai fasilitas pelayanan dan sarana pendukung di lingkungan Rudenim Denpasar yang telah dilakukan pembenahan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan kinerja organisasi.
Kepala Rudenim Kupang, I Made Surya Artha, menyampaikan bahwa kegiatan bench learning ini memberikan kesempatan bagi Tim Zona Integritas Rudenim Kupang untuk mempelajari secara langsung strategi, inovasi, serta praktik baik yang telah diterapkan oleh Rudenim Denpasar dalam pembangunan Zona Integritas.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperoleh pembelajaran dan referensi dalam memperkuat implementasi pembangunan Zona Integritas di Rudenim Kupang.
Melalui kegiatan ini diharapkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh Rudenim Denpasar dapat diadaptasi dan dikembangkan di lingkungan Rudenim Kupang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi, koordinasi, serta pertukaran pengetahuan antar satuan kerja, sehingga dapat semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, Tim Zona Integritas Rudenim Kupang selanjutnya kembali ke Kota Kupang untuk melaksanakan evaluasi internal serta menindaklanjuti hasil bench learning sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.







