Jelang Pemilu 2024, Rudenim Kupang Hadiri Rapat Tim Kewaspadaan Dini Yang Diselenggarakan Kesbangpol Kota Kupang

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kupang – Mewakili Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, Melsy I.Y. Fanggi dan Kepala Sub Seksi Ketertiban, Dominggus Koreh mengikuti Rapat Kewaspadaan Dini Pemerintah Kota Kupang, Rabu (08/11/2023).

Rapat dihadiri oleh Tim Kewaspadaan Dini  Sektretaris Badan Kesbangol Kota Kupang, Plt. Kepala Kantor Agama Kota Kupang, Kasi Pengaturan Destinasi dan daya tarik wisaya Dinas Pariwisata Kota Kupang, Kasi Kamtib Rudenim Kupang, Kasi Intel Lanudal Eltari Kupang, Kasubsi Ketertiban Rudsnim Kupang, Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan penanganan Konflik Kesbangpol Kota Kupang, Pasi Intel Kodim 1604 Kupang, Intel Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Karo Intelkam Polresta Kupang Kota sera Pejabat Fungsional Bea dan Cukai Kupang.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Kupang, Johan Mesakh, dan selanjutnya rapat di pimpin oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan penanganan Konflik Kesbangpol Kota Kupang, Jerry Lakusa.

Dalam rapat ini Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Kupang, Melsy I.Y. Fanggi menyampaikan isu aktual yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Rudenim. 

“Saat ini deteni “penghuni” Rudenim Kupang berjumlah 6 (enam) orang yang terdiri dari deteni berkebangsaan Bangladesh 3 (tiga), India 1 (satu), Myanmar 1 (satu) dan Timor Leste 1 (satu) orang. Sementara pengungsi yang berada dibawah pengawasan Rudenim Kupang yang sudah berjumlah 174 orang yang terdiri dari pengungsi berkewarganegaraan Afghanistan 171 orang dan Pakistan 3 orang. ” Jelas Melsy.

Untuk isu aktualnya sendiri, Melsy menyampaikan bahwa terdapat 4 (empat ) orang pengungsi berkeluarga yang sudah dipindahkan ke Makassar untuk menjalani pengobatan yang memadai namun setelah sembuh kembali ke Kupang menggunakan biaya sendiri dan tanpa melalui prosedur pemindahan sehingga untuk mencegah pengungsi tersebut menjadi pengungsi mandiri langkah yang diambil Rudenim Kupang ialah berkordinasi dengan IOM Kupang untuk dapat memfasilitasi kembali pengungsi tersebut sehingga mempermudah pengawasan , keberadaan dan aktifitasnya selamat berada di Kota Kupang” Lanjut Melsy.

Postingan Terbaru

Sosial Media Kami

Scroll to Top