Tegar dalam Doa, Rudenim Kupang Hadirkan Penyegaran Rohani bagi Deteni Katolik Asal Myanmar

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Masa detensi bukan halangan bagi seseorang untuk tetap dekat dengan Tuhannya. Prinsip inilah yang mendorong Rumah Detensi Imigrasi Kupang untuk kembali menggelar kegiatan penyegaran rohani bagi seorang deteni beragama Katolik asal Myanmar, sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar dan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, Selasa (14/4/2026), di Klinik Rudenim Kupang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Seksi Perawatan dan Kesehatan Rudenim Kupang ini menghadirkan Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, RD. Longinus Bone, sebagai pembimbing rohani. Melalui doa bersama, renungan, dan pendampingan personal, RD. Longinus Bone memberikan penguatan iman kepada deteni agar tetap tegar menjalani masa-masa sulit yang tengah dihadapinya.

Dalam pesannya, RD. Longinus Bone mengajak deteni untuk tidak larut dalam keputusasaan. “Kesulitan bukan akhir dari segalanya. Tuhan hadir justru di saat kita merasa paling lemah. Pegang teguh iman itu, dan biarkan ia menjadi kekuatan yang menopang kalian,” tuturnya.

Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan Rudenim Kupang, Indahwati, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa kesehatan sejati tidak cukup hanya diukur dari kondisi fisik semata. “Deteni yang jiwanya tenang akan jauh lebih mudah melewati masa penampungan ini. Kami hadir tidak hanya untuk merawat tubuh mereka, tetapi juga memastikan batin mereka tetap kuat,” ujarnya.

Kepala Rudenim Kupang, I Made Surya Artha, mengatakan bahwa pemenuhan hak rohani deteni adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari standar pelayanan yang diemban institusinya. “Pemenuhan kebutuhan rohani adalah hak setiap deteni yang wajib kami fasilitasi. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk konkret dari kewajiban itu,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Rudenim Kupang menegaskan bahwa standar pelayanannya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik semata, melainkan mencakup seluruh dimensi kemanusiaan deteni, termasuk hak spiritual yang dijamin oleh negara.

Postingan Terbaru

Sosial Media Kami

Scroll to Top