Kesabaran dan Salat Jadi Pesan Utama, Rudenim Kupang Gelar Pembinaan Spiritual bagi Deteni Muslim

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kupang – Upaya pemenuhan hak dasar serta penguatan mental dan rohani bagi deteni terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan spiritual bagi deteni beragama Islam yang dilaksanakan pada Kamis (11/12/2025), bertempat di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Sofyan Abdurahman, S.Ag. sebagai penceramah, yang memberikan tausiyah dan siraman rohani kepada para deteni Muslim. Tausiyah tersebut diikuti oleh dua orang deteni Muslim serta dihadiri oleh Indahwati selaku Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan bersama pegawai Rudenim Kupang yang beragama Muslim.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Sofyan Abdurahman menyampaikan pesan tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan dalam menghadapi ujian hidup, seraya mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti disertai dengan kemudahan dari Allah SWT.

“Setiap kesabaran pasti ada berkah, dan di setiap kesulitan Allah selalu memberikan kemudahan. Apa yang kita jalani hari ini adalah jalan yang telah Allah tetapkan, maka jalani dengan sabar, ikhlas, dan penuh keyakinan,” ujar Ustadz Sofyan Abdurahman.

Ia juga mengingatkan para deteni untuk tidak berputus asa, terus berbuat kebaikan, serta menjadikan salat sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Jangan pernah putus asa, teruslah berbuat kebaikan selagi masih mampu, dan jangan tinggalkan salat. Salat adalah penunjuk arah hidup, dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, I Made Surya Artha, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, manusiawi, serta mendukung kesejahteraan psikologis dan spiritual para deteni.
“Kegiatan pembinaan spiritual ini menjadi salah satu bentuk perhatian kami terhadap kondisi mental dan spiritual deteni, sehingga mereka dapat menjalani masa penampungan dengan lebih tenang dan positif,” ujar I Made Surya Artha.

Ia menegaskan bahwa Rudenim Kupang berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif keimigrasian, tetapi juga memberikan pembinaan yang menyentuh aspek mental, spiritual, dan moral, sebagai bagian dari pelayanan publik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Melalui kegiatan ini, Rudenim Kupang berharap pembinaan spiritual dapat memberikan penguatan iman, ketenangan batin, serta motivasi bagi para deteni untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik ke depannya.

Postingan Terbaru

Sosial Media Kami

Scroll to Top