
Kupang – Rumah Detensi Imigrasi Kupang terus berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang berlandaskan Hak Asasi Manusia (HAM), salah satunya melalui pembinaan spiritual bagi deteni. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tausiyah dan siraman rohani yang diberikan kepada deteni beragama Islam, Kamis (11/12/2025), bertempat di Rudenim Kupang.
Kegiatan ini menghadirkan Ustad Sofyan Abdurahman, S.Ag. sebagai penceramah, yang memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para deteni. Tausiyah tersebut diikuti oleh deteni Muslim serta dihadiri oleh Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan bersama pegawai Rudenim Kupang yang beragama Islam.
Saat ditemui, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, I Made Surya Artha, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar deteni selama berada di Rudenim, sekaligus bentuk pelayanan humanis yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Penanganan deteni tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup pemenuhan hak-hak dasar, termasuk hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Melalui pembinaan spiritual ini, kami berupaya menciptakan suasana yang lebih humanis, menenangkan, dan bermartabat bagi para deteni”, ujar I Made Surya Artha.

Ia menegaskan bahwa Rudenim Kupang berkomitmen menghadirkan pelayanan keimigrasian yang selaras dengan prinsip HAM, dengan memperhatikan aspek fisik, mental, dan spiritual deteni selama masa penampungan.
Dalam tausiyahnya, Ustad Sofyan Abdurahman menyampaikan pesan-pesan keimanan dan motivasi, mengajak para deteni dan aparatur sipil negara untuk senantiasa taat kepada perintah Allah SWT serta menjauhi larangan-Nya. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki arti dan tujuan hidup, serta pentingnya memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.
Ustad Sofyan juga mengingatkan bahwa pahala dari perbuatan baik tidak selalu berwujud materi, melainkan juga hadir dalam bentuk ketenangan batin, kedamaian, dan hubungan sosial yang harmonis. Menurutnya, kebaikan sekecil apa pun memiliki nilai besar di sisi Allah SWT dan dapat menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan.

Menutup kegiatan, Ustad Sofyan mengajak seluruh peserta untuk terus berkomitmen memperbaiki diri dan mengutamakan ibadah, khususnya sholat, sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan spiritual ini, Rudenim Kupang menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang dikenai tindakan administratif keimigrasian, tetapi juga sebagai institusi pelayanan publik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi setiap individu.





